“Apa saja yang sebenarnya kalian lakukan selama dua puluh empat jam ini!! Kenapa sampai sekarang kalian belum juga menemukan setitik informasi perihal keberadaan Thalia?!” Itu merupakan suara pengungkapan kemarahan milik Jared yang menggema di setiap sudut kediaman Jayadiningrat. Menantunya itu sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit setelah sehari menginap. Jati mengamatinya dari sofa tempatnya duduk. Sementara di sebelahnya ada Ratih yang mengelus-elus lengannya, berupaya menenangkan. “Saya nggak mau tahu secepatnya kalian harus berhasil menemukan Thalia! Bagaimana pun caranya!” Jared langsung mematikan sambungan telepon secara kasar setelah kembali mengutaran perintah. Wajah Jared memerah dengan napas memburu. Kemudian tatapan laki-laki itu berpindah pada posisi Jati yang terduduk

