-*-*-*- “Pacaran dan membantu itu dua hal yang berbeda. Jauh malah. Jadi, kalo emang niatnya Kenan bantu elo, ya bantu aja, ngga perlu bawa perasaan sampe pacaran. Kalo semua bantuan yang dia kasih itu untuk pacaran, berapa orang yang udah jadi pacar dan mantannya sekarang?” Gianna terkekeh mendengar penjelasan Tiana yang baginya terdengar lucu. “Hahahaha, bener,” -Gianna tersenyum membayangkan wajah Kenan sekarang.- “Lagian, gimana bisa gue paham? Sedangkan Kenan itu pacar pertama gue,” “Pertama? Sama kayak Kenan dong?” Tiana terlihat sedikit penasaran, karena ia baru sadar kalau Gianna baru pertama kali berpacaran. “Oh? Lo baru tau ya?” Gianna justru balas bertanya, karena ia pikir Tiana sudah mengetahuinya. Tiana mengedikkan bahunya. “Iya, anyway, gue juga baru pertama kalinya sa

