Dengan ditemani beberapa orang pria berbadan tegap Rani dan Arini berangkat menuju sebuah restauran tempat dimana mereka melakukan janji bertemu dengan Dimas. Memasuki restauran tak terlihat batang hidung pria tersebut, Arini mulai gelisah, ia khawatir Dimas mengingkari janjinya. "Kok dia gak ada" ucap Arini. "Mungkin belum datang, kita duduk saja dulu mba, ayo cari tempat" ucap Rani. "Hm" angguk Arini. Cukup lama keduanya menunggu namun belum juga terlihat batang hidung si b******k itu, Arini mulai gelisah ia terlihat tak tenang, ia merasa Dimas tak serius dengan ucapannya tempo hari. "Dia gak akan datang Ran" ucap Arini. "Coba ditelpon mba, ada nomernya kan?" ucap Rani. "Ada, tapi gue sangsi dia akan mengangkatnya Ran" ucap Arini. "Dicoba saja dulu mba" ucap Rani. Arini mengamb

