" ya gua jawab juga serius " Balas Ellsa Sayan dengan raut wajahnya yang begitu polos tidak paham.
" maksud gua dari pertama kita kenal di perguruan tinggi gua sudah merasakan ada perasaan dengan kamu akan tetapi setelah lulus kita Berbisa dan tidak ada komunikasi lagi dan bertemu di di dekat dekat ini saat kamu mengabari aku dan membutuhkan agar menyelesaikan permasalahan yang sedang kamu hadapi " Lontaran perkataan dari Marcell Zikri yang begitu penuh perasaan dan nada yang meyakinkan jika pembicaraan dia itu benar benar dirasakan oleh Elsa sayna.
Akan tetapi Alzena masih merasa kan kebingungan atas perkataan dari Marseille Dzikri dan dia menjawab perkataan dari kerabat lamanya " Maksud lo gimana bicara lah yang jelas, biar gua tahu apa tujuan lo "
Sedangkan Marcel Sikri masih bingung ingin mengatakan nya Dari awal yang ingin ia sampaikan sampai akhir dan dia masih takut atas jawaban yang sebenar benarnya jika dia tidak diterima, Akan tetapi Marcel Zikri meyakinkan diri dia sendiri agar dapat mengucapkan perasaannya terhadap Elsa Sayna wanita yang di Idam Idam kan dan yang disukai sejak perguruan tinggi dahulu.
Kemudian Marcel Zikri mengatakan sesuatu terhadap Ellsa Sayna.
" Hmm .... Hmmm ... begini bisa gua bingung mau ngomong dari mana dulu, tetapi gua cuma bisa mengatakan ini dan itupun terserah jawaban dari kamu setelah mendengar pembicaraan ini "
Sedangkan Elsa Saina melihat ke arah Marcel Zikri dan menatap bola mata dia dan sebaliknya juga, namun Elsa Sayna mendengar perkataan dari Marchel Zikry dia hanya bisa menjawab mengangguk mengangguk agar Marcel Zikri dapat melanjutkan perkataannya secara jelas dan tuntas.
Marcel Zikri dibalas tatapan oleh Elsa caina dia semakin gerogi ingin mengatakan sesuatu dan badan Marcella Zikri semakin naik suhunya yang tadinya hangat Lama kelamaan suhu tubuh Marcel Zikri menjadi dingin karena dia terlalu tidak percaya diri ingin mengatakan sesuatu terhadap Ellsa Sayna.
" iya lanjut Chell gua dengarin " ucap Elsa sakinah yang begitu penasaran terhadap omongan yang akan dilontarkan oleh Marcel Zikri.
" ya udah gue mau bicara serius sama lo tapi lo harus dengarkan dan jangan ketawa " ucap Marcel Zikri dan menggerakkan posisi tubuhnya yang tadinya sedikit punggung menjorok ke belakang sekarang menjadi posisi duduk yang Tegak agar terlihat Wibawa dan tegas dimata Elsa Zainal wanita yang ingin ia menjadikan sebagai pasangan hidupnya.
" iya dari tadi gua tahu kalo lo mau ngomong serius tapi lo bikin gue penasaran mau ngomong apa sih ayolah langsung ke tujuannya jangan berbasa-basi lo kaya masih anak kuliahan aja harus basa basi dulu kita udah dewasa kita udah besar harus tahu kita mengatur waktu mengatur segalanya cuma ngomong kayak gini aja lo glagapan kayak gitu " lontaran dari Elsa sana untuk Marcel Zikri agar cepat cepat berbicara langsung ke tujuan yang ia inginkan.
Mendengar perkataan dari Ellsa Zikry yang mengejek ataupun mengingatkan permasalah masa lalu Marcel Zikry semakin tekat sekali ingin mengatakannya dan semakin yakin terhadap perkataan yang ia lontarkan nanti.
" gua bahagia saat lo menghubungi gua kembali dan di saat situ gua merasa mempunyai kesempatan untuk mendekati lo dan saat ini juga gua harus mengatakan sesuatu kepada lo jika gua itu memiliki perasaan sama lo dan ingin menjadi lo itu sebagai teman hidup gua atau pasangan selamanya bersama gua " perkataan yang dilontarkan oleh Marshall Dzikri begitu tegas dan tidak patah patah dia mengatakan secara tegas dan lancar agar Elsa sayna semakin nyakin jika teman lamanya itu mengatakan sesuatu yang penting bagi kehidupan dia.
Elsa Sahina kaget terkejut mendengar perkataan Marcel Zikri yang begitu yakin ingin yang menjadikan Ellsa Sayna sebagai wanita pendamping di dalam hidupnya, Elsa sayna seketika diam dan sedikit membuka mulut dan menatap mata ke arah Marcel Zikri mengi syaratkan ini benar ini nyakin perkataan lo.