Tawaran Seorang Host terhadap Ustadz

1163 Kata
Ellsa sayna tidak seperti biasa untuk menikmati pemandangan di pinggir jalan yang indah ia sekejap diam tampak orang kebingungan, tak lupa kerabat kerja atau asistennya menanyakan perihal Ellsa Sayna seperti itu “ Kenapa kak, terdiam seperti itu ?” “Tidak apa apa sa “ Sahut Ellsa Sayana raut muka yang memelas. “ Saat aku terpukul dengan keadaan, kamu bisa mengembalikan semangatku untuk berjuang kembali !” Jawab Elizabet dengan menepuk pundak kerabatnya. Tak lupa Ellsa Sayna menjawab pertanyaan dari Elizabet itu “ Tapi Sa, apa aku bisa menaklukan Si Alim itu.” “ Percayalah, yakin, pasti ini jalannya “. Sahut Elizabet dengan nada tinghi untuk meningkatkan semangat lagi. Tiba di pesanten daerah Demak Ellsa sayna dan Elizabet turun dari mobil dam melangkah masuk ke arah pesantren untuk menemui Alim, lalu mencari Alim bertanya kesana kemari dimana posisi Alim berada. Alhasil mereka dapat menemui Alim di posisi saat mengajar santri santriwati, sampai di depan kelas Ellsa Sayna menengok ke arah Alim mengangkat seraya melambaikan tangan kanannya mengisyaratkan untuk mendekati Ellsa Sayna. Tetapi semua yang ada di ruangan menengok kebelakang termasuk Santri santriwati, dengan rasa malu Alim berinsiatif untuk mendekati Ellsa Sayna Ia pun beranjak dari kursi menuju Ellsa Sayna Dengan langkah tergesa gesa ingin menanyakan untuk apa dia datang kesini, sampai di hadapan Ellsa Sayna Alim menarik tangan nya untuk keluar dari ruangan Ia bercakap " Untuk apa lagi kamu datang kesini " " Gua datang kesini untuk minta bantuan kamu " Sahut Ellsa Sayna seraya menatap mata Alim " Minta tolong apa ?" Jawab Alim sambil menengok kanan kiri " Gua dipecat dari acara lama gara gara lo, jadi lo harus tanggung jawab semua masalah ini, dengan cara lo jadi narasumber di program baru gua!" Balas Ellsa sayna sambil melotot kan kedua bola mata ke arah Alim dan menenteng kedua tangan ke pinggang. " Apa ulang ,,,, ulang. yang awal kamu katakan. saya yang menyebabkan jika kamu di pecat dari program lamamu !" Jawab Alim balas menatap kembali ke arah wajah Ellsa Sayna. Ellsa Sayna mendengar perkataan Alim yang menolak tentang tawaran nya Ia pun bergegas menuju Pak Kalim duduk santai dan menegaskan jika Alim tidak menerima tawarannya sekilas pikiran di otak Ellsa menawarkan ke Pak Kalim untuk menggantikan Pak kalim berkata " Tidak bisa nak, jika.sayang menggantikan saya pula sudah sepuh " pupus harapan Ellsa Sayna, Pak kalim menawarkan tempat tidur kosong untuk Ellsa Sayna dan kerabatnya untuk menginap semalam di pesantren. Di suasana malam di perdesa Malam begitu tenang mengiringi keindahan suasana rumah di malam hari, sayup-sayup terdengar suara jangkrik memecah keheningan malam, sesekali suara burung malam terbang penuh harapan. Udara terasa dingin menyegarkan. Langit cerah dihiasi bintang-bintang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar terang menebar cahaya berkilauan. Nyamuk juga tidak mau kalah, terbang kesana kemari berhamburan mencari hamparan kulit untuk mengobati kehausan. Ellsa Sayna berfikir sambil membaringkan tubuh mungil yang lelah untuk jalan selanjutnnya dengan program yang Ia bawa, Akhirnya ia tidur lelap dengan suasana yang dingin, sunyi dan nyaman, Ellsa Sayna Menuju Elizabet yang sedang di meja rias Ia berkata " Apa narasumber kita yang lama tidak bisa mengisi acara lagi " " Beliau bisa mengisi acara kita, tapi ingin minta pembayaran 2 kali lipat sebelumnnya " Balas Elizabet menengok ke arah Ellsa Sayna (Percakapan telah usai mereka berbaring lalu tidur ) Tibalah Keesokan hari Ia bangun dengan mata masih sayup sayup dan bengkak Ia tergesa gesa merapikan kamar dan mempersiapkan barang memasukan ke dalam tas kemudian membersihkan badan mereka keluar dari kamar mengangkat tas menuju kendaraan yang mereka pakai saat ke Demak. Tetapi sebelum sampai lokasi kendaraan, Ellsa Sayna mengambil hp dari saku depan nya memainkan hand phone ingin mencari nama kontak Alim yang ada di hand phone lalu menekan icon Telefon meletakan menuju indra pendengar dan menyuruh Alim untuk salah satu petugas atau pengurus mengeluarkan mobil dari parkiran. Disisi lain Alim dan Ayahnya duduk di ruang tamu berhadapan mereka sedang berbicara perihal tawaran yang di kasih ke anak tunggal nya. Pak Kalim berkata " Kamu teman lama Ellsa Sayna kenapa tidak menerima ?" "Tapi pak, Saya masih mudah belum pantas untuk menerima tawaran itu " Sahut Alim dengan melakukan gerakan menunduk kepalanya. " Untuk apa saya mengajarkan kamu semuannya dan menggantikan ku mengurus pesantren ini dan sekarang kamu dijuluki sebagai Gus, Dia pula sudah banyak membantu kelurga kita di zaman dulu nak " Jawab Pak kalim ayah dari Ustadz Alim dengan nada tinggi dan tegas, Alim hanya bisa terdiam, merenung dengan raut muka yang memelas bingung untuk mengikuti perkataan Ayahnya atau tidak. Ellsa Sayna dan Elizabet menuju mobil untuk kembali ke jakarta, tiba di jakarta mereka langsung menuju kantor kerja yang dimana untuk mempersiapkan pekerjaan besok. Tapi di suasana itu Pak Ganda memberi ucapan selamat terhadap Putri yang sekarang dapat membawakan Program dengan rating tertinggi, Dengan sikap yang sombong Putri menyindir Ellsa Sayna berkata " Saya mampu menyaingi Orang itu, Ya kan ,,,, ya kan guys ", Ellsa Bersikap bodoh amat terhadap ocehan Putri. Sesampainya di rumah kembali Ellsa Sayna hanya pasrah dengan acara yang iya gulati bila rating akan seperti ini rendah terus, maryam Ibu Ellsa mengetuk pintu kamar anaknya sembari memanggil nama, Ia pun menjawab " Iya bu, Ellsa didalam " Balas Maryam "Ibu boleh masuk nak ?" " Silahkan bu ". Di situasi ruang kamar menjadi terharu di mana Ellsa Sayna menangis tersedu sedu atas nasib yang Ia Alami Maryam hanya bisa memberi wejangan terhadap anaknnya agar semangat kembali. Hari yang masih gelap, hawa yang begitu dingin menyelimuti tubuh, membuat orang malas untuk bangun dari tidurnya. Ditambah lagi saat ini hujan membasahi tanah, hawa menjadi lebih dingin. Pagi masih buta matahari belum mengeluarkan senyumannya, manusia belum ada yang bekerja. Namun pagi yang begitu dingin ini tidak membekukan semangat Ellsa Sayna dia sudah mempersiapkan diri untuk segera berangkat kerja, Ellsa Sayna berangkat kerja jam tiga dini hari. Akhirnnya Sampai di Kantor, Ia langsung menuju ruangan memberi aba aba acara segera di mulai, teman kerja narasumber sebelumnya bertanya kepada Ellsa Sayna " ini acara mau dimulai, apakah cara berbicara kita di ubah atau gimana " . Balas Ellsa Sayna seraya melipatkan tangan di atas perut bertutur " Sudah seperti biasa, tetapi hanya lebih energik supaya para jamaah tidak mengantuk menguap dari hembusan mulut mereka " " yakin, menggunakan cara sebelumnya, sebab ini narasumber baru " Sahut teman kerja narasumber sebelumnya. Ellsa Sayna hanya terbengong dan kaget dengan perkataan dia, kemudian Ellsa Sayna menoleh ke arah belakang STAN nunggu Ia melihat Alim di posisi sana sedang di brifing oleh Elizabet, Akan tetapi Alim datang tidak sendirian ditemani Karina kawan lama saat belajar di perguruan tinggi. Dengan raut muka yang sumringah Ellsa sayna bergegas menuju STAN menemui Elizabet, Alim dan Karina " Kenapa ini bisa terjadi " tanya Ellsa Sayna kepada Elizabet, " Saya juga kurang tau " balas Elizabet seraya tersenyum lebar. Kemudian Ellsa Sayna mendekat menghampiri Alim dengan masih posisi melipatkan tangan kanan kiri di depan perut. Ellsa Sayna menanyakan kepada Alim perihal Ia bisa datang kemari dan menerima tawaran nya. BERSAMBUNG ...........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN