Untuk sekarang Ellsa Sayna berhati hati bersikap kepada Alim karena ancaman yang Ia dapat, tetapi ino kesempatan Karin dekat dengan Ali, Tidak waktu lama Karin langaung mendekati sosok ustadz tampan yang sedang duduk, Ia menanyakan " Kenapa kamu ?"
Sahut Alim nada pelan " Tidak apa apa".
Ellsa Sayna melihat Alim dan Karin sedang berbincang, akan tetapi Karin pun melihat Ellsa Sayna sedang memperhatikan mereka, ini kesempatan dia memberi perhatian menyodorkan air mineral untuk Alim supaya lebih tenang, seolah olah Ellsa Sayna cuek atas sikap yang diberikan Karin kepada Alim. Ellsa Sayna lanjut berjalan.
Acara berlangsung dengan baik, tidak seperti biasa Ellsa Sayna tidak berdiskusi atau meeting terlebih dahulu setelah selesai, tetapi ia meminta assisten pribadinya Elizabet untuk mewakilkan dia.
Kata Ellsa Sayna " Jika ditanyakan Alim saya sedang tidak enak badan ".
Sampai di cafe Alim menengok kanan kiri keberadaan Ellsa Sayna tetapi Ia tidak menemui nya, Ia bergegas menanyakan kepada Elizabet " Kemana Ellsa Sayna ?"
" Ia sedang tidak enak badan " Balas Elizabet. Namun Alim mencurigai atas tidak kehadiran Ellsa Sayna untuk saat ini.
" Mungkin dia merasa bersalah denganmu " Kata Alim dengan nada pelan menyodorkan mulut hampir ditelinga Alim.
" Kok bisa? Maksud kamu bagaimana ?" kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu? Jawab Alim dengan nada bisik bisik.
" Kan dia merasa sudah membuat gosip tidak tidak tentangmu jadi dia menemukanmu Alim " Jawab Karin.
Di dalam hati Alim " Mungkin memang benar, terjadinya seperti itu "
Alim mulai terhasut omongan dati Karin, setelah diskusi mereka kembali ke rumah masing masing.
Alim merasa ini ada kejanggalan, ia memberi pesan terhadap Ellsa Sayna.
" Jika memang saya punya salah denganmu, minta maaf, kamu sakut apa tidak hadir "
Posisi Ellsa Sayna sedang bersantai di ruang kerjanya menerima notif dari sosok pria idaman, ia membaca akan tetap tidak dibalas.
Alim menunggu balasan hingga beberapa jam, namun tidak ada notif masuk.
Perasaan Alim semakin yakin tentang berita yang sedang ia dengar jika Elksa Sayna lah penyebabnya.
Tetapi Ia juga bingung dengan perasaan hati, sudah mulai ada rasa dengan Ellsa Sayna, sedangkan ia lagi ta'aruf bersama Karin.
Disisi lain ibu Maryam menentang Ellsa Sayna agar tidak berhubungan lagi dengan Alim " Sudah nak, cukup kamu berhubungan dengan Alim, jika masalah warisan jangan kau pikirkan, mamah akan mengatasi masalah ini " kata ibu Maryam seraya mendekati putri cantiknya memeluknya.
" Tapi mah, jika saya tidak melaksanakan wasiat ayah, saya merasa tidak menjadi anak berhasil " balas Ellsa Sayna membasahi pipi dengan tetesan air mata.
Sosok ibu mengusap air mata dari pipi anak tunggal nya, tidak begitu diam ibu maryam dan Ellsa Sayna tetap mencari ........ mencari kebenaran ini.
Pagi hari buta Ellsa Sayna bersemangat untuk bergegas ketja, kemudian menemui Pak Ganda.
" Permisi Pak " Kata Elksa Sayna sambil membuka pintu dan melangkah perlahan lahan.
" Silahkan duduk " Balas Pak Ganda menyodorkan tangan menunjukan kursi tamu, Elksa Sayna kemudian duduk didepan hadapan direktur televisi.
" Begini, program kamu saya kembali kan " Kata Pak ganda
Ellsa Sayna berkata " maksud dari perkataan bapak apa ?"
" Program lamamu " lembe panas " saya kembalikan ke tanganmu, karena program dari putri sudah saya cut " Jawab pak ganda.
" Ta ..... pi ..... Pak, saya kan sudah memiliki program baru ?" Tanya Ellsa Sayna masih merasa kebingungan.
" Program baru mu biar orang lain mengatasinya, kamu kembali sebelumnya " Balas Pak ganda dengan nada menyakinkan Ellsa Sayna.
Ellsa Sayna menerima tawaran Pak Ganda, Ia langsung bergegas menuju ruangan, mencari sosok assisten nya.
" Bet, ada kabar baik " Kata Ellsa Sayna dengan wajah sumringah.
" ita ada apa kak " Tanya Elizabet.
" kita akan kembali ke program dulu " Jawab Ellsa Sayna.
" Hah ....... serius kak, tetapi dengan program baru kita bagaimana " tanya kembali Elizabet kepada Ellsa Sayna.
" Kata Pak Ganda bakalan ada yang menggantikan posisiku " Balas Ellsa Sayna.
Tetapi Elizabet merasa sedikit kecewa atas keputusan atasan tersebut. Untuk hari ini ia terakhir ada di acara " Ceramah Pagi ".
Di waktu ceramah pagi segera dimulai, Alim bergegas menuju ruangan melangkah dengan tergesa gesa ia hampir menabrak Ellsa Sayna tapi hanya berpapasan saja, akan tetapi Alim sekarang mulai cuek terhadap Elksa Sayna.
Ellsa Sayna heran atas sikap Alim, Alim tetap melaju lurus tidak menggubris keberadaan Ellsa Sayna. Kemudian menuju panggung acara dimulai.
Di selang waktu Ellsa Sayna memperhatikan Alim dengan berkata di dalam hati " apa benar benar saya menyukai dia, sampai tidak rela untuk menjauh, karena saya kepikiran terus kepada Alim ".
sedangkan Alim sedang serius dengan program yang ia bawa.
Saat nya waktu untuk break Alim kemudian duduk di STAN di susul Karin di belakang Alim. tidak lupa pula Karin selalu memberi perhatian kepada Alim agar sosok ustadz tampan kembali menyukai dia dan menerima ta'aruf bersama nya. Mereka berbincang canda gurau selagi masih break.