Niat Mereka menemui Alim

1465 Kata
" Sa " Ucapan pertama yang keluar dari mukut Marchel Zikry di mana bibir bawah gemetar. Ellsa Sayna langsung menggerkan kepala dan menengok ke arah Marchrl Zikry seraya berkata " Iya Chel. ada apa? " " Begini kan Sa, kita ydah temanan lama dan jadi kita juga sudah tau sikap satu sama lain " Perkaraan Marchel Zikry di potong di pertengahan petkataan dan Ellsa Sayna langsung membalasanya. " iya gua tau, lo teman lama gua dan gua tau busuk lo dari zaman waktu kuliah, kenapa lo ngomong kayak gtu Chel .... Chel " " Gua serius ini loh, kok jawaban lo kayak gitu " ucap Marchel Zikry. " ya gua jawab juga serius " Balas Ellsa Sayan dengan raut wajahnya yang begitu polos tidak paham. " maksud gua dari pertama kita kenal di perguruan tinggi gua sudah merasakan ada perasaan dengan kamu akan tetapi setelah lulus kita Berbisa dan tidak ada komunikasi lagi dan bertemu di di dekat dekat ini saat kamu mengabari aku dan membutuhkan agar menyelesaikan permasalahan yang sedang kamu hadapi " Lontaran perkataan dari Marcell Zikri yang begitu penuh perasaan dan nada yang meyakinkan jika pembicaraan dia itu benar benar dirasakan oleh Elsa sayna. Akan tetapi Alzena masih merasa kan kebingungan atas perkataan dari Marseille Dzikri dan dia menjawab perkataan dari kerabat lamanya " Maksud lo gimana bicara lah yang jelas, biar gua tahu apa tujuan lo " Sedangkan Marcel Sikri masih bingung ingin mengatakan nya Dari awal yang ingin ia sampaikan sampai akhir dan dia masih takut atas jawaban yang sebenar benarnya jika dia tidak diterima, Akan tetapi Marcel Zikri meyakinkan diri dia sendiri agar dapat mengucapkan perasaannya terhadap Elsa Sayna wanita yang di Idam Idam kan dan yang disukai sejak perguruan tinggi dahulu. Kemudian Marcel Zikri mengatakan sesuatu terhadap Ellsa Sayna. " Hmm .... Hmmm ... begini bisa gua bingung mau ngomong dari mana dulu, tetapi gua cuma bisa mengatakan ini dan itupun terserah jawaban dari kamu setelah mendengar pembicaraan ini " Sedangkan Elsa Saina melihat ke arah Marcel Zikri dan menatap bola mata dia dan sebaliknya juga, namun Elsa Sayna mendengar perkataan dari Marchel Zikry dia hanya bisa menjawab mengangguk mengangguk agar Marcel Zikri dapat melanjutkan perkataannya secara jelas dan tuntas. Marcel Zikri dibalas tatapan oleh Elsa caina dia semakin gerogi ingin mengatakan sesuatu dan badan Marcella Zikri semakin naik suhunya yang tadinya hangat Lama kelamaan suhu tubuh Marcel Zikri menjadi dingin karena dia terlalu tidak percaya diri ingin mengatakan sesuatu terhadap Ellsa Sayna. " iya lanjut Chell gua dengarin " ucap Elsa sakinah yang begitu penasaran terhadap omongan yang akan dilontarkan oleh Marcel Zikri. " ya udah gue mau bicara serius sama lo tapi lo harus dengarkan dan jangan ketawa " ucap Marcel Zikri dan menggerakkan posisi tubuhnya yang tadinya sedikit punggung menjorok ke belakang sekarang menjadi posisi duduk yang Tegak agar terlihat Wibawa dan tegas dimata Elsa Zainal wanita yang ingin ia menjadikan sebagai pasangan hidupnya. " iya dari tadi gua tahu kalo lo mau ngomong serius tapi lo bikin gue penasaran mau ngomong apa sih ayolah langsung ke tujuannya jangan berbasa-basi lo kaya masih anak kuliahan aja harus basa basi dulu kita udah dewasa kita udah besar harus tahu kita mengatur waktu mengatur segalanya cuma ngomong kayak gini aja lo glagapan kayak gitu " lontaran dari Elsa sana untuk Marcel Zikri agar cepat cepat berbicara langsung ke tujuan yang ia inginkan. Mendengar perkataan dari Ellsa Zikry yang mengejek ataupun mengingatkan permasalah masa lalu Marcel Zikry semakin tekat sekali ingin mengatakannya dan semakin yakin terhadap perkataan yang ia lontarkan nanti. " gua bahagia saat lo menghubungi gua kembali dan di saat situ gua merasa mempunyai kesempatan untuk mendekati lo dan saat ini juga gua harus mengatakan sesuatu kepada lo jika gua itu memiliki perasaan sama lo dan ingin menjadi lo itu sebagai teman hidup gua atau pasangan selamanya bersama gua " perkataan yang dilontarkan oleh Marshall Dzikri begitu tegas dan tidak patah patah dia mengatakan secara tegas dan lancar agar Elsa sayna semakin nyakin jika teman lamanya itu mengatakan sesuatu yang penting bagi kehidupan dia. Elsa Sahina kaget terkejut mendengar perkataan Marcel Zikri yang begitu yakin ingin yang menjadikan Ellsa Sayna sebagai wanita pendamping di dalam hidupnya, Elsa sayna seketika diam dan sedikit membuka mulut dan menatap mata ke arah Marcel Zikri mengi syaratkan ini benar ini nyakin perkataan lo. " Ellsa ..... Sa ..... " ucap Marcel Zikri seraya mendekatkan wajahnya ke arah Elsass Sayna yang sedang bengong pada situasi tersebut. Tetapi perkataan yang dilontarkan Marcel Zikri barusan tidak dapat menyadarkan Ellsa Sayna dan Marchel Zikry mengarahkan tangan kanannya ke arah Pundak Ellsa Sayna dan menggerakkan semua jari jari yang sudah ada di atas Pundak Elsa Sayna agar ia dapat Mendengarkan perkataan dari Marcell Zikri. Seketika ada Sentuhan di Pundak Elsa Saina kemudian ia menggetarkan tubuhnya seperti kaget jika ada sentuhan di tubuhnya. " gimana Sa, jawaban lo? " ucap Marcel Zikri yang sudah melihat kesadaran Ellsa Sayna nah yang tadinya bengong. " Lo benar ngomong barusan kita kan teman udah lama waktu di perguruan tinggi kok bisa bisa nya lo mengatakan gue kayak gitu, lo jangan bercanda deh " ucapan Elsa Sayna yang belum yakin terhadap perkataan dari Marcell Zikri. " gue serius sama lo dan perkataan gue juga serius lalu jawaban lo apa " balas Marcel Zikri yang memberi keyakinan terhadap Ellsa Sayna dan dia merasa penasaran apa jawabannya akan dilontarkan oleh Elsa Sayna. " jujur gua juga selama beberapa minggu ini dekat sama lo gue merasa nyaman akan tetapi gua tidak tahu Cinta itu timbul dari mana nyaman itu bakalan menjadi cinta atau hanya sekedar nyaman tapi gua cuma bisa mengungkapkan ini lalu itu terserah lo menyimpulkan nya bagai mana" jawaban Elsa Sahina yang begitu tegas dan membingungkan perkataannya yang ingin ditangkap oleh Marcel Zikri akan tetapi Marcel Zikri bahagia mendengar perkataan dari yang selesai na walaupun dia mengatakan nyaman saja terhadapnya tidak tahu jika Cinta itu timbul atau tidak untuk saat ini. " lalu kamu mau gimana Sa? " ucap Marcel Sikri dengan nada lembut. " gua terserah lo tapi gua udh ngomong jika gue nyaman sama lo dan nyaman itu cinta atau bukan gua tidak tahu, jadi gua menerima perkataan lo, akan tetapi gua minta waktu beberapa bulan saja mengenal lebih dalam dan jangan tergesa-gesa kita ke jenjang pernikahan dulu " Balas Ellsa Sayna atas pertanyaan Marchel Zikry. Marcel Zikri mendengar perkataan dari Elsa say nah begitu bahagia dan sedikit kecewa jika ingin menunda proses ke jenjang pernikahan. Akan tetapi hal itu tidak menjadi permasalahan dalam hubungan selanjutnya. " Iya tidak apa apa gua juga ngertiin lo kita juga baru kenal dan bukan baru kenal sih tapi kita baru ketemu lagi dari sekian beberapa tahun yang lalu, So hal itu tidak menjadi masalah dalam hubungan kita selanjutnya kan" Balas Marcel Zikri yang menerima persyaratan dari emEllsa Sayna, namun dia tetap membalas dengan senyuman lebar memperlihatkan gigi putih nya kepada Elsa Sayna. selesai nah membalas mulut mengangkat ke arah atas dan perempuan tuku atau senyum manisnya kepada calon suaminya itu. Mereka masih malu malu ingin saling berdekatan, namun waktu makin berjalan dan semakin sore Marcel Zikri niat untuk berpamit pulang dari rumah Elsa sana akan tetapi Elsa Sayna berkata " terima kasih selama ini dan sudah membantu untuk masalah yang meneru gua selama ini dan terima kasih sudah hadir di kehidupan gua " Marcel secret mendengar perkataan dari enam selesai nah begitu tuh bahagia dan ia membalasnya dengan senyuman manis nya dan seraya berkata " iya sama sama Sa, tetapi lo harus cerita apapun kepada gua jika ada masalah sekecil apapun " " Siap Chell " Balas Ellsa Sayna. karena mereka masih canggung dan mereka pula belum hafal jika mereka sudah memiliki hubungan dan masih memanggil nama mereka masing masing. Marchel Zikry berpamitan kepada ibunda Ellsa Sayna dan bergerak mengarah ke srah pintu keluar, tidak lupa di antar oleh Ellsa Sayna. Akan tetapi di situasi rumah Karin yang malam terasa dinginnya alami sejuk nya alami selalu berada kenyamanna yang ada di desa itu. Masih dalam suasana kecewa dan sakit hati atas perlakuan keluarga Alim kedapa Karin. Ibunda Karin merencanakan ingin bertemu dengan Alim, Ibunda Karin mendiskusikan kepada suaminya agar ikut ke rumah Alim. " Pak besok kita ke pesantrenya Alim ya, untuk membicarakan masalah petnikahain ini, apa tujuan mereka sepihak membatlkannya " " iya Bu, besok kita kesana " Balas Ayah Karin dan ikut kecewa terhadap perlakuan kepada anaknya. Akan terapi Karin mendengar pembicaraan irang tuanya yang sedang di ruang tamu sedangkan Karin yang ada berada di dalam kamar, langsung terkejut mendengar perkataan mereka. Kemudian Karin keluar dari kamar mengarah ke ruang tamu ingin menemui Orang tuanya seraya berkata " Sudah Yah, Bu, Karin tidak apa apa , dan Karin juga sudah melupain masalah ini " Ucap Karin yang meyakinkan agar orang tuanya tidak hadir di pesantren Alim yang berada di Demak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN