Kiran sangat lelah dan ia baru bisa istirahat pukul empat sore dan sebentar lagi, ia juga harus segera ke hotel. Ia membersihkan wajahnya yang tadi telah dimakeup ketika akad Nikah dan sebentar lagi ia akan dimakeup kembali untuk acara resepsi pernikahannya malam ini. Terdengar suara ketukan pintu membuat Kiran segera membukanya dan sosok tampan itu melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Jantung Kiran berdetak dengan kencang karena untuk pertama kalinya ia berada didalam kamar sebagai sepasang suami istri. "Kita sudah mau berangkat ke hotel Ran," ucap Handaru membuat Kiran menganggukkan kepalanya. "Loh...kenapa kamu menundukkan kepala kamu? Nggak mau lihat suami kamu?" Tanya Handaru. Wajah Kiran memerah karena malu dan ia mengangkat wajahnya dengan pelan, lalu menatap wajah tampan itu

