Lifia telah berusaha keras untuk tidur dengan nyaman namun setelah ia menyadari sosok tampan yang membuat jantungnya berdetak dengan kencang ada disampingnya, ia sama sekali tidak bisa tertidur dengan pulas. Bahkan ia sangat gugup dan merasa tidak terbiasa berbaring disatu ranjang bersama Defran Satyas yang tampan dan laki-laki yang ia cintai setengah mati. Lifia membuka matanya dan ia tekejut ketika melihat Defran ternyata sedang menatapnya sambil menopang kepalanya dengan sebelah tangannya. "Kenapa belum tidur?" Tanya Defran dengan suara beratnya. Lifia menggeser tubuhnya memberikan jaraknya kepada Defran, jujur saja saat ini jantungnya berdetak dengan kencang karena ulah Defran Satyas. "Biasanya kamu langsung tidur," ucap Defran dan tangannya menyentuh dahi Lifia memastikan Lifia seda

