Rencana yang gagal

1093 Kata

Lifia merasa bulu kuduknya meremang karena sejak tadi mata tajam Defran, sedang memantaunya bahkan ketika ia menatap menu makanan, Defran juga masih menatapnya. Tentu saja tatapan Defran itu membuatnya sangat gugup bahkan ia merasa bingung. Defran biasanya tidak pernah menatapnya seperti ini tapi kali ini Defran menatapnya dengan intens seolah ia adalah mangsa yang ini ditangkap oleh Defran. "Mas...kamu mau pesan apa?" Tanya Lifia kepada Defran. "Kamu tahu apa yang saya suka!" Ucap Defran. Lifia menganggukkan kepalanya karena ia memang sudah sangat mengerti apa yang Defran Satyas suka selama ini. Bahkan mencatatnya dibuku catatan harian mengenai sosok Defran Satyas, Lifia ingat tentang makanan yang disukai Defran dan juga makanan yang tidak disukai Defran. Lifia memesan beberapa maka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN