Kerinduan seorang Anak

1246 Kata

Lifia tekejut ketika Parmoko ternyata datang mendekatinya yang saat ini masih berada diteras rumah ini. Tatapan Parmoko kepada Lifia sarat akan kasih sayang dan ia terlihat sangat merindukan Lifia hingga air matanya, menetes saat ia berada tepat didepan Lifia. Tangan Parmoko bergetar ingin menyetuh wajah putrinya yang cantik, yang sangat ingin ia sentuh sejak dulu. Lifianya telah sangat dewasa dan tidak ada lagi raut wajah ketakutan saat melihatnya. Lifia yang kecewa padanya dulu selalu terlihat ketakutan, jika mereka bertemu. Saat ini Lifia memilih menundukkan kepalanya seolah tak ingin melihat wajahnya, membuatnya menghela napasnya. "Apa yang harus Papi lakukan padamu Nak agar menebus rasa marahmu kepada Papi Nak?" Tanya Parmoko sendu. Lifia berusaha menahan dirinya untuk tidak menang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN