Kiran merasa sangat kesal melihat perubahan sikap Handaru yang tiba-tiba menjadi sangat dingin, ia merasa seolah ia tidak mengenal Handaru Laksmana Dewandaru. Rasa kecewanya begitu besar mengingat selama mendekati dirinya, Handaru selalu menujukkan senyumannya dan ia terlihat sangat ramah padanya. Bahkan Handaru menujukkan sisi romantisnya dengan memeluknya bahkan menciumnya yang membuatnya geli. Namun tadi sikap Handaru terlihat berbeda, Kiran tahu jika Handaru yang terlihat serius sangat berbeda dengan Handaru yang selalu bersamanya saat ini, apalagi ketika Handaru sedang berada dipersidangan, Handaru akan menjadi sosok dingin yang mengeluarkan kata-kata pedasnya, tapi saat ini mereka sedang bukan dipersidangan. "Mau kemana?" Tanya Kiran. saat ia sedang menekan timbol lift. "Pulang,"

