Defran saat ini menemani Lifia yang berada diruang operasi hingga bius Lifia benar-benar membuatnya tidak sasarkan diri. Lifia sejak tadi memang telihat takut dan ia menggenggam tangan Defran dengan erat seolah tidak ingin Defran meninggalkannya. Beberapa dokter dan suster tersenyum melihat tingkah Lifia yang manja dengan Dokter Defran Satyas, apalagi Defran Satyas dikenal sebagai dokter dingin yang sering kali mematahkan hati para perempuan yang berusaha mendapatkan hatinya. Defran menatap wajah cantik yang terbaring itu dengan tatapan kahwatir, sungguh ia sangat tidak tega melihat Lifia bersedih apalagi menangis. Mata Lifia telah terpejam dan perlahan genggaman tangannya mulai melemah dan akhirnya terlepas dari tangan Defran. Defran mencium dahi Lifia dengan lembut dan ia menatap re

