“Sebentar lagi Sean akan mati, aku yakin Maggie sudah tidak sabar menunggunya. Dia pasti senang karena aku mengantarkan Sean pergi ke dunia yang sama dengannya. Akhirnya aku bisa melihat mereka bersama-sama lagi. Hahahaha,” ujar Muggie sambil tertawa seperti orang kesetanan. Muggie yang ada di hadapanku ini, jelas bukan Muggie yang selama ini aku kenal. Seperti yang dikatakannya, Sean semakin dekat dengan ajalnya dan tidak mungkin aku bisa menerimanya begitu saja. “Muggie, aku tidak bermaksud membela diriku sendiri, aku mengatakan ini karena aku ingin mengatakan sebuah kebenaran padamu,” kataku yang membuat perhatian Muggie tertuju padaku sekarang. “Haah ... apa maksudmu?” tanyanya bingung. “Di hari ketika aku sadar setelah jiwaku ditawan hantu Marco. Di saat Marco akan berpamitan pada

