Setelah permasalahan di penginapan itu selesai, kami pergi menuju rumah sakit di daerah ini. Sean masih belum kuat untuk mengendarai motornya sehingga kami menuju rumah sakit dengan menumpang pada Angie dan Leo yang membawa mobil mereka. Sedangkan motor Sean dititipkan pada pihak kepolisian. Tak membutuhkan waktu lama, kami pun tiba di rumah sakit. Memang jaraknya tidak terlalu jauh dari penginapan. Setelah kami diperiksa oleh dokter, kami diharuskan menginap di rumah sakit untuk beberapa hari karena kondisi tubuh kami memang cukup mengkhawatirkan terutama Angie, karena banyak luka sayatan pisau di tangannya. Kepalan tangannya pun terluka akibat menghantam cermin. Atas permintaan Leo, Angie ditempatkan di ruang VIP yang hanya menyediakan satu tempat tidur. Sedangkan aku dan Sean, kami

