Cahaya matahari menerpa wajahku membuat kedua mataku yang masih ingin terpejam akhirnya terpaksa harus ku buka. Aku perlahan duduk dan merenggangkan tubuhku yang terasa kaku. Sesekali aku menguap menandakan aku masih sangat mengantuk. “Kau sudah bangun.” Suara itu sontak membuatku tersentak dan kembali mengingatkanku bahwa aku sedang tidak berada di kamarku sekarang. Sean sedang duduk di tepian jendela dengan tatapannya yang tertuju padaku. Semalam aku memang tidur di kamar Sean dan karenanya aku bisa tertidur karena hantu itu akhirnya berhenti menggangguku. Ku alihkan tatapan mataku pada sebuah jam di dinding, 08.24 itulah waktu yang ditunjukkan jam itu saat ini. Aku tidak menyangka bangun sesiang ini, tidak seperti diriku yang biasanya. Dan ini sangat memalukan karena aku tidur di ka

