Siang itu tepatnya pukul 11 siang, aku dan Muggie pergi menuju rumah Leyna dengan menaiki taksi. Rencana awalnya untuk pulang ke rumah, kuurungkan. Aku dan Muggie memilih untuk tidur di asrama semalam. Beruntung aku memiliki orangtua yang sangat pengertian, mereka mengizinkanku untuk menghabiskan liburan bersama teman-temanku ketika aku meminta izin pada mereka melalui telepon. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga kami akhirnya tiba di rumah Leyna. Kedua mataku menatap takjub pada kemewahan rumah Leyna. Rumahnya ini tidak kalah megah dengan rumah Sean. Dua orang penjaga gerbang rumah Leyna menghampiri kami ketika kami berjalan mendekat. Tapi tampaknya Muggie memang sudah sering datang ke rumah ini karena kedua penjaga itu menyapa Muggie dan tanpa ragu membukakan gerbang untuk kami. “

