Masih ku rasakan sakit di sekujur tubuhku tapi dengan perlahan ku buka kedua mataku. “Akh,” gumamku pelan ketika cahaya lampu menerpa langsung iris mataku membuatku mengerjap-ngerjapkan mataku menyesuaikan dengan cahaya itu. Aku tertegun ketika akhirnya mataku terbuka sempurna dan kudapati ada beberapa orang sedang mengerumuniku saat ini. Aku mencoba untuk bangun tapi segera kuhentikan ketika kurasakan nyeri tak tertahankan di sekujur tubuhku. “Jangan memaksakan untuk bangun, tetaplah berbaring. Luka di tubuhmu cukup banyak dan parah,” ucap seorang wanita muda menghampiriku dan membantuku untuk kembali berbaring. Kutatap satu per satu orang-orang itu, tak ada satu pun diantara mereka yang aku kenal atau pernah ku temui sebelumnya. “Di mana aku? Siapa kalian?” Akhirnya ku tanyakan it

