"Oh yaudah nih aku kasih liat. Selamat ya Pak Frans yang terhormat, akhirnya rencana anda selama ini berhasil." ***** "Lihat? Nilai saya cukup tinggi, bukan? Pasti anda merasa sangat senang," ucap Abela dingin dengan wajah datar miliknya. DEG Frans menatap sesuatu yang diberikan Abela dengan tatapan nanar. Ia tak bisa berkata apapun lagi. Lidahnya terasa sangat kelu untuk berbicara. "El—Ela aku bisa jelasin, Sayang." Frans berdiri dari kursinya lalu mengahampiri Abela. Abela mengangkat tangannya menyuruh Frans berhenti, tapi Frans tidak juga berhenti. "Ela please, aku mau jelasin ke kamu. Tolong dengerin sekali aja, Sayang." Sayang? Cih bulshit! "Jelasin apa Pak? Semuanya sudah jelas. Apa yang saya lihat sudah cukup terbukti kejelasannya." Tangan Abela terangkat ingin menampar Fra

