"Ih, kamu itu. Cerdas dikit napa? Nih ya. Feeling gue, ini pasti provokatornya si Ryan deh," ucapnya curiga. "Ish, jangan suudzon dan hiperbolis gitu deh," tukas Aisha. "Yaudah yaudah, ayo kita ke depan. Kasian kan mereka pada nunggu," ajak Merry. Menjelang jam delapan, kegiatan belajar itu mereka akhiri. Mengingat posko yang terletak di ujung desa, jarak dari rumah mereka sangatlah jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki. Anak-anak keluar dari posko, dan Ryan paling terakhir. "Kak Aisha, ini untuk kakak," ucapnya sambil mengeluarkan beberapa Coklat Silverqueen dan Coklat Tobleron, lalu menyerahkannya kepada Aisha. "Eh, Ryan. Aduh nggak usah repot-repot deh. Ntar uang jajanmu habis lho," ujar Aisha. "Nggak ngerepotin kok kak. Aku senang kalau kakak senang," ucapnya. "Ya udah deh. Ka

