"Iya. Kamu benar sekali Ndre," jawab Aisha. "Di saat Ia melamar Aku, disaat itu pula Aku menolak dengan tegas lamarannya," lanjut Aisha. "Ah, yang benar Kamu Ai? Kamu bisa seberani itu?" celetuk Andreas. "Tentu saja Aku berani," jawab Aisha meyakinkan Andreas. "Oke, oke. Bagus," sahut Andreas. "Akan tetapi, Papanya memohon kepadaku untuk mempertimbangkan kembali keputusanku. Beliau merajuk, dan memberikan Aku waktu selama satu minggu. Beliau berharap agar Aku berpikir masak-masak sebelum mengambil keputusan yang final," jelas Aisha. "Oh. Lalu bagaimana? Apakah Kamu menerima tawaran Papanya Tama?" tanya Andreas. "Ya. Aku menerimanya. Karena Aku sangat menghargai Beliau," jawab Aisha. "Selama satu minggu itu Aku berpikir masak-masak. Namun tidak ada hal yang mampu mengubah pendiriank

