Mata Hanna melotot galak. Dalam hatinya dia ngedumel kesal. Memangnya dia wanita yang suka marah-marah hingga kedua pria kekar yang dia kenal menjadi penakut seperti tikus yang langsung menghindar begitu melihat kucing? Diam dengan wajah kesal, Hanna memilih duduk di kursi panjang dengan ponsel di tangannya. Dia tidak tahu mengapa Ken dan Scott menganggapnya sebagai wanita yang suka marah-marah. Apakah dia pernah marah di depan mereka? Tentu saja tidak karena kemarahan Hanna pernah tertuju pada saat Ken mengajukan lamaran padanya. Menyesal dan tidak menduga reaksi yang di timbulkan oleh ucapannya, Ken mendekati Hanna. Dia memilih menekuk lututnya, berjongkok di depan Hanna dengan tangan yang dia letakkan di atas pahe Hanna. Hanna melirik telapak tangan yang ada di atas p

