Setelah Mamah masuk kamar. Aku masih duduk di sofa ruang Tv. Kemudian aku berjalan menuju kolam renang sambil membawa minuman. Aku duduk diatas kolam dg kaki di letakkan di dalam kolam. Aku menatap lurus ke depan sambil mengingat ngingat cerita Mamah. Sambil sesekali membayangkan tentang Evan. Dan terlintas pula kata kata pengakuan Evan waktu itu. Aku pun berdialog dg diri sendiri. Apa aku jahat yaa udah bikin Evan pergi ke luar negeri begitu? Tapi yaa gimana, cinta kan ngga bisa di paksa. Sebenernya Evan juga baik dan bisa lembut juga si. Udah gitu perhatian dan dewasa pula. Yaa 11 12 lah sama Satria. Tapi sayang, Satria yg lebih dulu hadir dan mengisi hatiku. Maafin aku yaa Evan. Semoga disana kamu dapat wanita yg jauh lebih baik dari aku. Aku yakin kamu pasti bisa dan pantas mendapatk

