" Assalamualaikum. " sapa Satria
" Waalaikumsallam. " jawabku, Fay dan Freya kompak
" Eeemmmm kayaknya kita harus duluan deh. " kata Freya sambil menutup buku dan Fay
" Iiiiihhhh apaan si Freya tarik tarik. " kata Fay sedikit kesal. Freya hanya mengkodekan matanya ke arah ku dan Satria
" Heeemmm iyaa deh iyaa. " kata Fay lalu mau pergi bersama Freya
Setelah Fay dan Freya pergi. Satria duduk di hadapan ku. Aku dan Satria terlibat beberapa obrolan. Sampai akhirnya...
" Yuuukkk Aya, waktunya acara baksos. Mau berangkat bareng ngga? Nanti pulangnya aku anterin lagi ke kampus ambil mobil. Oke? " tawar Satria sambil tersenyum
" Eeemmmm boleh deh. " jawabku sambil tersenyum dan menganggukkan kepala
Lalu Aku dan Satria berjalan keluar perpus. Saat kami berjalan, aku di tabrak Divya. Yaa ternyata Divya masih ada di perpustakaan. Divya menabrakku sangat keras, sampai aku jatuh. Tapi untungnya Satria yg berada di sebelah ku segera merangkul ku. Menahan ku agar tidak terjatuh.
" Hati hati dong kalo jalan. Nabrak nabrak Mulu. Perasaan tadi juga kamu kan yg nabrak. " omel Divya
" Bukannya barusan kamu yg nabrak yaa? " jawab Satria jutek. Karena Satria tau pasti Divya yg sengaja melakukannya
" Ko kamu belain dia si Sat. Orang tadi pagi pas baru masuk perpus juga dia yg nabrak aku duluan. " kata Divya sambil mendekati Satria dan memegang tangan Satria
" Terus sekarang kamu mau balas dendam gitu? " Kata Satria lalu menyingkirkan tangan Divya dan merangkul Ayara untuk menjauh darinya
" Iiiiihhhh Satria ko gitu si. " jawab Divya manja
" Udah udah emang aku yg salah. Aku minta maaf yaa. Permisi. " jawabku lalu melepaskan tangan Satria dari pundakku
Lalu aku berniat untuk pergi, tp tangan ku di pegang Satria. Dan di situ Satria menggenggam erat tanganku. Kemudian kita pergi bersama keluar dari perpustakaan sambil bergandengan tangan. Divya yg melihat itu, semakin merasa cemburu.
" Satria tunggu Satria. Aaarrrggghhhh sialan tu cewe. Bisa bisanya meluluhkan Satria. " ucap Divya sambil menggebrak meja perpustakaan. Yg setelahnya banyak pasang mata melihatnya
Aku dan Satria sampai di parkiran mobil. Lalu aku melepaskan genggaman tangan Satria.
" Eh maaf Aya, aku ngga bermaksud. Tapi kamu ngga papa kan? Ada yg sakit ngga? " tanya Satria khawatir
" Ngga papa ko Sat. Aku baik baik aja. " jawabku sambil tersenyum
" Oh iyaa emang tadi pagi kamu ketemu tuh cewe yaa? " tanya Satria tanpa menyebutkan nama Divya. Terlihat disitu kalo Satria sekarang sangat membencinya
" Divya maksud kamu? Iyaa tadi pagi aku ngga sengaja nabrak dia. Karena aku terlalu asyik baca sambil jalan. " jawabku menjelaskan
" Ooohhh. Lain kali kalo kamu ketemu dia lebih baik menghindar. Atau kalo kamu di ganggu dia lagi, kamu bilang yaa sama aku Aya. Oke? " pinta Satria
" Iyaa Sat. " jawabku singkat sambil tersenyum
" Bener yaa janji? Soalnya Divya itu berbahaya. Orangnya sangat nekat. " kata Satria
" Iyaa Sat janji. " jawabku sambil tersenyum
Kemudian Satria mempersilahkan aku masuk mobilnya. Baksos hari ini, kita akan mengunjungi tempat panti asuhan. Jaraknya cukup jauh dari kampus. Selama perjalanan Satria menceritakan masa lalunya bersama Divya pada ku. Ntah apa tujuannya. Mungkin biar aku lebih hati-hati pada Divya.
Satria berkata kalo Divya itu anaknya bisa melakukan apapun untuk hal yg dia ingin dapatkan. Satria juga bercerita kalo hubungannya dg Divya putus karena sikap posesif dan pencemburu nya sudah kelewat batas. Aku hanya mengangguk dan berkata Oh menanggapi semua cerita Satria. Yaa karena aku sama sekali ngga tau apa yg harus aku katakan padanya. Karena aku tak mengenal Divya dan aku tak mau menghakimi orang begitu saja.
Akhirnya Aku dan Satria pun sampai di tempat baksos, yaitu pantai asuhan. Ternyata Fay, Freya, Arion dan Arvin sudah ada di sana lebih dulu. Semua mata tertuju pada Aku dan Satria saat berjalan. Lalu anak anak panti berlarian ke arah Satria dan memeluknya. Disitu aku semakin kagum padanya. Karena ternyata Satria sangat menyukai dan menyayangi anak kecil. Benar benar laki laki sempurna dan idaman.
" Kak Satria kak Satria, ini pacar kak yaa? " tanya seorang anak kecil pada Satria sambil menunjuk ke arah ku
" Doain yaa semoga kak cantik ini mau jadi pacar kak Satria. " jawab Satria sambil tersenyum melihat ku. Aku pun tersenyum malu
" Yaa udah ayoo kita masuk. " ajak Satria pada ku dan anak anak
Kami semua pun masuk. Dan memulai acaranya. Acara di buka dg sambutan ketua panitia, yaitu Satria. Selanjutnya sambutan ketua yayasan panti asuhan. Setelah itu pembagian bingkisan yg di lakukan oleh semua anggota termasuk aku. Kami membagikan perlengkapan alat tulis, baju dan makanan.
Setelah semua mendapatkan bagiannya. Kami pun makan bersama. Lalu bermain bersama. Aku melihat Satria sangat asyik bermain bersama anak anak panti. Ia tak merasa ada perbedaan diantara mereka. Sungguh sangat mengagumkan. Apa mungkin aku bisa bersama Satria? Karena semakin lama, aku semakin ingin bersamanya. Tapi jika mengingat tentang Divya, aku menjadi sedikit takut.
" Hei, ko malah bengong. " kata Satria yg tiba-tiba duduk di sampingku dan membuyarkan lamunanku
" Eh Sat. Aku kira kamu masih main sama anak anak. " jawabku sedikit terkejut
" Kamu ngga main sama mereka? " tanya Satria
" Udah tadi aku ajarin mereka menggambar dan mewarnai. " jawabku sambil tersenyum
" Mereka itu pintar, lucu dan polos. Sayang mereka menjadi korban ke egoisan orang tua mereka. " kata Satria sambil terus memandangi anak anak panti
" Eeemmmm kamu suka anak anak? " tanyaku sambil menoleh kearahnya
" Iyaa. Aku suka banget sama anak anak. Kalo kamu? " jawab Satria yg bertanya balik padaku sambil melihat ku
" Iyaa aku juga suka. " jawabku sambil tersenyum
" Kalo gitu nanti kita punya anak yg banyak yaa. " kata Satria yg membuat ku terkejut dg perkataannya
" Hah? " jawabku sambil membulatkan mata karena terkejut
" Eh ngga itu.. yaa siapa tau kita berjodoh kan? " kata Satria sambil tersenyum menatapku intens. Aku pun membalas senyumnya dan menatapnya
Kami pun saling beradu tatap dan senyuman. Tiba-tiba Fay, Freya, Arion dan Arvin mengagetkan kami.
" Hayoo tatap tatapan Mulu ntar nyetrum Loh. " kata Arvin mendorong Satria ke depan
" Apaan si Vin. " kata Satria kesal karena di dorong
" Tau nih dari tadi berduaan mulu. Jangan berduaan mulu, nanti yg ketiganya setan. " kata Arion duduk di sebelahku
" Iyaa kamu setannya. " jawab Satria masih dg nada kesal. Lalu menarik tanganku untuk menggeser tempat duduknya agar menjauh dari Arion. Aku yg melihat dan mendengar tingkah mereka bertiga hanya senyum senyum
" Pulang yuuukkk udah sore nih. " ajak Freya
" Pulang sama aku aja gimana? " tawar Arion
" Hah? Tapi aku bawa mobil sendiri Yon. " jawab Freya
" Hahahaha usaha yg gagal. " ejek Arvin sambil tertawa lepas
" Sialan Loe Vin. " kata Arion kesal
" Iyaa udah kita pulangnya tukeran aja gimana? Kan Kamu sama Arvin satu mobil, Aku sama Freya satu mobil. Jadi nanti tukerannya Kamu sama Freya, Aku sama Arvin. Gimana Oke kan? " usul Fay sambil menaik turunkan alisnya
" Ide bagus. Ternyata kamu pinter juga Fay. Lumayan tuh Vin pinternya hahahaha. " jawab Arion
Aku dan Satria hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berempat. Akhirnya sesuai kesepakatan, Freya pulang bersama Arion naik mobil Freya. Tapi yg mengendarai Arion. Sedangkan Fay pulang bersama Arvin menggunakan mobil Arion. Karena rumah Fay dan Freya berdekatan, jadi mudah saja untuk Arion dan Arvin pulang bersama lagi nantinya. Yaa Fay memang pintar kalo urusan seperti itu. Akalnya selalu ada saja. Tak heran dulu ia di juluki playgirl hehehehe.
Kemudian mereka berempat berpamitan untuk pulang. Setelah mereka pulang, Satria tak mengajakku pulang. Tapi ia mengajakku ke sesuatu tempat.
" Mau ikut aku dulu ngga Aya? " ajak Satria
" Eeemmmm tapi Sat... " ucapku sambil melirik jam tangan
" Sebentar aja. Oke? " bujuk Satria
" Oke deh sebentar aja yaa. " jawabku sambil tersenyum
" Siap tuan putri. " jawab Satria sambil memperagakan layaknya seorang pangeran yg mempersilahkan putrinya. Aku hanya tersenyum melihatnya
Lalu Aku dan Satria menaiki mobil. Satria melajukan dg kecepatan sedang. Sesekali Satria menoleh ke arah ku dan tersenyum. Aku pun tersenyum padanya.
Yaa Aku merasa sudah sangat dekat dg Satria. Kedekatan kami sudah jauh lebih intens dari sebelum sebelumnya. Aku seperti mengenal jalan yg kita lalui. Seperti jalan menuju pantai. Tak berapa lama, memang sudah terlihat pantai. Benar saja, ternyata Satria mengajakku ke pantai.
" Ayoo turun Aya. " kata Satria setelah memarkirkan mobilnya. Dan aku hanya mengangguk
Satria menggenggam tanganku erat, menuntun ku berjalan di sampingnya. Kami berjalan menyusuri pantai. Kemudian kami berhenti di tepi pantai. Berdiri menikmati suasana sore hari. Mengagumi keindahan semesta. Memandang langit yg semakin jingga. Menghirup aroma cinta yg semakin berwarna.
" Semesta menyertai kita berdua. Senja adalah bukti cintaku yg membara. Dan semoga Tuhan meridhoi kita untuk bersama selamanya. " ucap Satria puitis sambil menoleh ke arahku dan tersenyum manis. Aku pun membalas senyumnya
" Aku ngga tak tau harus jawab apa Satria. Aku ngga terlalu pandai merangkai kata. Tapi aku cuma mau memberikan ini padamu. " ucapku merendah sambil memberikan sebuah amplop padanya. Sebenernya bisa saja aku membalas kata kata puitis Satria. Tapi aku malu untuk melakukannya
" Ini apa Aya? " tanya Satria sambil membolak-balikkan amplop itu
" Kamu buka di rumah aja yaa. " kataku sambil unjuk gigi
" Oke. Eeemmmm pasti ini surat cinta yaa? " goda Satria sambil menaik turunkan alisnya
" Iiiiihhhh pede banget. " jawabku sedikit jutek
" Bilang aja iyaa Aya. Aku udah tau ko, yaa kan? Kamu juga suka aku kan? " kata Satria sambil memercikkan air pantai ke arahku kemudian berlari
" Iiiiihhhh Satria basah tau. " ucapku kesal sambil mengejarnya
Yaa kita pun bermain kejar-kejaran di tepi pantai, dibawah senja yg menjingga. Sejak saat itu hubungan kami menjadi lebih dekat bahkan bisa dibilang menjadi lebih serius. Semesta yg mempertemukan kita. Senja yg telah menyatukan kita. Dan kelak hanya maut yg memisahkan kita. Semoga. Itulah ucapanku dan Satria dalam hati.