Purwokerto kota Satria

1260 Kata

Melihat Satria meneteskan air mata saat bercerita tentang kisah hidupnya. Aku memberikannya sebuah tissue. Lalu dia mengusap air matanya. Setelah merasa tenang, aku dan Satria pun berdoa untuk kedua almarhum dan almarhumah Kakek Nenek Satria. Selesai berdoa, kami berpamitan pulang. " Kek, Nek Satria dan Ayara pulang dulu yaa. Doain hubungan kita berdua yaa. Assalamualaikum. " kata Satria sebelum pergi sambil mengusap kedua nisan itu lagi " Ayara pulang yaa Kek, Nek. Assalamualaikum. " ucapku berpamitan dan mengusap nisan keduanya Lalu kami bangkit dari tempat itu. Dan berjalan memasuki mobil. Setelah semua siap, Satria pun melajukan mobilnya. Kami kembali menyusuri jalan jalan kota Purwokerto. Awalnya aku mengira setelah dari makam, kita akan pulang. Tapi ternyata tidak. Satria mengaja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN