"Kapan kau menyadarinya?" "Sesaat setelah bapak menelpon saya," ucap Sora santai. Keduanya masih mempertahankan senjata masing-masing. Setelah mendengar jawaban Sora, James menurunkan pistol miliknya lalu meletakkannya di atas meja. Sora melakukan hal yang sama dan mereka saling menatap satu sama lain. Seolah..jika lawan bergerak mencurigakan sedikit saja, maka salah satu dari mereka akan kehilangan nyawa. "Tapi kau tetap nekat datang ke sini. Ternyata rumor itu bukan sekedar rumor yah." "Apa bapak orang baru? Sepertinya tidak." James memilih kembali menikmati kopinya sambil melirik Sora lewat sudut matanya. Tenggorokan Sora juga terasa kering. Tapi daripada dia menyentuh segala macam makanan atau minuman yang tersaji di sini, Sora lebih memilih untuk menahan semua itu demi menyelam

