Beberapa mobil polisi mem-blokade lorong agar penyerang tidak kabur. Seorang polisi paruh baya dengan nametag Yoon Chul In menyiapkan senjata semi otomatisnya bersama kedua rekannya yang lain. Berjalan perlahan dan hati-hati, ketiganya mengarahkan senjata api ke arah depan untuk menggertak target. Namun nihil. Lorong tempat pertempuran telah kosong dan hanya meninggalkan bercak darah di tanah. Tidak ada apapun yang tertinggal. Lokasi bersih sehingga polisi hanya mengambil sampel darah yang tersisa untuk mengetahui apa yang telah terjadi. "Ada apa semua ini? Apa kita dikelabui oleh anak-anak SMA itu?" tanya salah seorang rekan Chul In yang geram karena merasa dikelabui. Chul In menggelengkan kepala sambil menyisipkan senjatanya kembali ke saku rompi anti pelurunya itu. "Tidak. Kita han

