“Makan aja,” ucap Doni sekali lagi yang sadar apa yang baru saja dia katakan. Andin terdiam mendengar apa yang barusan Doni katakan padanya. Dia sampai tidak tahu harus berkata apa sekarang, tapi untung saja dia tidak tersedak ketika minum karena masih sangat terkejut. Dan dari pada Doni makin melantur, Andin memutuskan untuk cepat memakan apa yang Doni berikan padanya. Meski rasanya tidak berselera untuk makan, Andin mencoba menyuapkan dimsum yang sebenarnya memiliki aroma gurih yang menggiurkan. Dia selama ini hanya pernah melihat makanan ini dan belum pernah mencobanya jadi cukup antusias ketika Doni memberikannya. “Mm ...” Tanpa sadar Andin saat mengunyah juga menggumam ketika dirasakan dimsum yang dia makan ternyata enak. Apalagi dimsum ini masih hangat dan tidak yang panas sekali

