“Lo masih mau ikut tanding Agustus nanti?” tanya Bagus sembari mengelap keringat dengan handuk kecil yang diberikan oleh Vera padanya. Mereka baru saja melakukan latihan 1 lawan 1 di lapangan basket untuk memilih siapa yang akan traktir makan siang hari ini. Namun pemandangan saat Vera melakukan itu pada Bagus dilihat dengan iri sekaligus kesal oleh Doni. Iri karena Andin tidak bisa melakukan itu untuknnya karena cewek itu pemalu dan sibuk dengan organisasinya sendiri atau sudah pulang untuk mengajar Shinta. Lalu Doni juga kesal karena dua temannya ini tak kunjung jadian padahal sudah dekat untuk sekadar saling memberikan dukungan seperti ini. Doni tersenyum mengejek pada Bagus yang memandangnya tidak mengerti. “Ikut, soalnya terakhir sebelum kita nggak diboolehin main lagi karena udah

