Nathan tidak pernah mengira ada hari di mana ia akhirnya mampu memiliki Qiandra sepenuhnya, menjadi satu dengannya, secara ragami dan jiwa. Nathan tidak pernah mengira akan ada hari di mana ia sanggup menggapai Qiandra, membina perkawinan yang sesungguhnya, menjadi sepasang pasangan yang melengkapi satu sama lain. Nathan tidak pernah mengira akhirnya ia akan berada di titik yang dulu ia pikir mustahil. Malam ini, hujan menjadi saksi penyatuan antara Nathan dan Qiandra. Saling melengkapi, memberi, menandai, menerima, dan saling menjarah satu sama lain. Napas, nyanyian, tarian, semua hal yang saling mereka bagi, menjadi bukti bersatunya akad suci, menjadi bukti deklarasi kepemilikan satu sama lain. Qiandra berbaring lelah di sisi Nathan, seluruh tubuhnya lemah seperti jeli. Dia men

