Sesosok samar berdiri di sudut ruangan, menjadi bayang-bayang di balik gulitanya malam. Latar belakang samar yang tak disadari siapa pun. Di sisi lain, duduk seorang lelaki dalam kekosongan, cahaya matanya semakin pudar seiring berlalunya waktu. Setelan kasual yang ia kenakan lebih longgar satu ukuran dari seharusnya. Tubuhnya yang sebelumnya berisi, semakin tipis, kehilangan beberapa kilogram dalam hitungan hari. Qiandra menatap mata Nathan yang seolah memiliki kedalaman tak berujung, ingin menyentuhnya, tapi kemudian tertahan saat teringat dia tak memiliki kemampuan untuk itu. Hari ini, kata-kata Leslie telah menbuka sebagian kesadaran Qiandra yang tersisa. Nathan telah mencintainya, sedalam yang tak pernah Qiandra duga, sebesar yang tak pernah Qiandra sangka. Sebuah cinta yang ha

