“Dimana Dara?” tanya Tasya yang terlihat begitu tergesa-gesa. “Aku sudah ke ruangannya dan dia tidak ada!” pekiknya lagi, ekpresi wajahnya kali ini terlihat begitu panik, ini membuat para staff admin termasuk Hein bangkit dari kursinya. “Oh tidak dia benar-benar mengundurkan diri!” gumam Tasya lemas. Hein yang mendengar ucapan terakhir Tasya segera berjalan menghampiri Tasya dan menarik tangannya menjauhi kumpulan para staf Administrasi yang begitu ingin tahu. “Apa yang kamu bicarakan barusan?” tanya Hein ikut panik. “Apa kamu tidak menjelaskan semuanya pada Dara? Kenapa kamu itu sebodoh ini sih? Astaga Hein, Dara kemarin bilang bahwa dia akan mengundurkan diri!” cerita Tasya tanpa titik koma. Hein membelalakan matanya, ia mengusap

