Bab 3

688 Kata
"kalian sedang apa dekat mobilku...kalian pencuri"tuduh seseorang di belakang abi dan ella membuat mereka menoleh Ouh ini ternyata si pemilik mobil batin abi.. Abi dan ella sedikit ternganga melihat penampilan gadis di depan mata mereka  "bukankah kendaraan seseorang membuktikan seberapa kaya mereka bi...look penampilannya juga dari ujung kaki sampe ujung rambut..."bisik ella membuat abi menyikut perutnya "aku bertanya pada kalian"ucap gadis itu "eh kita bukan pencuri"jawab abi "lalu sedang apa kalian"tanya nya "apa kau pemilik mobil ini?"tanya abi "ya"jawa gadis itu singkat "apakah tadi pagi kau tak membuat kesalahan"tanya abi langsung membuat si gadis di depannya mengerutkan keningnya tak mengerti Sedetik kemudian abi mengeluarkan baju basahnya dari dalam tas "ahhh aku ingat...jadi kau perempuan tadi pagi yang gak sengaja terciprat air gara gara mobilku"jawab gadis itu What gak sengaja...lalu kenapa dia gak berhenti dan minta maaf setelah itu menawarkan pertolongan padaku batin abi "thats right...perempuan malang ini yang tak sengaja kena sial pagi pagi"jawab ella sambil merangkul bahu abi "maaf kan aku....aku tadi sangat buru buru...aku ada kelas dan aku terlambat....aku tidak mau di usir lagi dari ruang kelas...kalau itu terjadi sudah dipastikan aku harus mengulang mata kuliah ini tahun depan"curhatnya "apa dia sedang curhat pada kita"bisik ella yang mendapat tatapan tajam abi "its okey...lagi pula aku sudah mendapatkan baju ganti"jawab abi Namun sedetik kemudian tangan abi di tarik oleh ella sedikit menjauh "iishhh bi lo bego...lo harusnya minta ganti rugi dong...lo gak liat dia itu tajir"ucap ella "ell gw bukan orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan"jawab abi "kesempatan dalam kesempitaan apaan...kalau yang nyiprat baju lo tukang bajai itu bisa dalam kesempitan...nah ini anak orang kaya mana bisa di bilang mencari kesempatan dalam kesempitan yang ada mencari kesempatan di gudang kekayaan"jawab ella "echeemmm"gadis itu berdehem "apa ada masalah"tanyanya Ella hendak menjawab namun tangan abi segera menutup mulutnya "tidak...tidak ada apa apa"jawab abi "sekali lagi aku minta maaf"ucap gadis itu "its okey"jawab abi "ouh iya aku velyncia...panggil saja vely"ucap nya sambil mengulurkan tangan dan di sambut baik oleh abi "abigail dan ini temanku ella"ucap abi "apa kau kuliah disini?"tanya vely "ya seperti yang kau lihat"jawab abi "jurusan apa.?"tanya vely "akuntansi dan kau?" "ilmu psikologi"jawab vely "ouh ya...kau bercita cita jadi psikolog"tanya ella "tidak juga...aku hanya tertarik untuk mempelajarinya"jawab vely santai "sepertinya kau mahasiswa baru"tanya ella "ya...aku memang mahasiswa baru ...kalian?" "kita di semester 4"jawab abi "ah maaf jadi aku harus memanggil kakak"ucap vely "boleh"jawab ella "not me...panggil saja abi...ku kira jarak umur kita tidak jauh"ucap abi Drtt drttt Pembicaraan mereka terpotong saat ponsel vely berdering "ah sorry...aku masih betah berbincang dengan kalian...tapi aku ada janji..."ucap vely "tak apa...lain kali kita bis Mengobrol kembali"jawab abi "really..."tanya vely dengan mata berbinar "ya"jawab abi dengan senyum ramahnya "kita bisa berteman right..aku akan menguNjungi kelas mu lain kali abi.."ucap vely seraya berjalan Memasuki mobilnya "ya tentu"jawab abi "bay"vely melajukan mobilnya sambil melambaikan tangan ke arah abi dan ella begitupun dengan mereka membalasnya "bi bukannkah ini keberuntungan.."ucap ella "maksud lo?" "jarang jarang loh ada orang tajir mau temenan sama lo"ucap ella "maksud lo kita"jawab abi Ella terkekeh"ya kita..." "lalu" "dia kelihatannya baik dan tidak memandang status seseorang"ucap ella "ya semoga"jawab abi Mereka pun melanjutkan langkahnya "oh goddd ell gw terlambat...jam berapa ini?"pekik abi histeris sambil melirik jam tangannya "gw harus cepet cepet ke toko bunga el"ucap abi sambil sedikit berlari meninggalkan ella "abi...lo gak mau nebeng gw...gw bawa motor"teriak ella karna abi sudah menjauh darinya Dan setelah ella menyelesaikan ucapannya abi otomatis membelokan larinya berbalik ke arah ella... Membuat ella sedikit mengulum senyumnya "lo kok gak bilang dari tadi sih...ya udah ayo cepet anterin gw"ucap abi... Tak butuh waktu lama abi sudah sampai di toko bunga tempatnya berkerja.. Abi tergesa gesa masuk kedalam ruangan yang dipenuhi bunga bunga cantik "mbak vio...maaf aku telat.."ucap abi sambil meletakn tasnya dan mengambil beberapa peralatan untuk merawat bunga Vio adalah pemilik toko bunga ini...dia seorang single parent berusia 26 tahun...mbak vio mempunyai seorang anak berumur 4 tahun...tasya namanya "gk papa bi cuman telat 10 menit...telat keluar kelas ya"tanya vio ramah Abi hanya menyengir kuda karna merasa sangat tak enak hati...padahal dia lupa waktu karna keasikan mengobrol dengan ella dan vely... Abipun memulai pekerjaanya dengan membersihkan tanaman dan juga merangkai beberapa karangan bunga yang tentunya di dampingi vio.. Karna abi belum mahir dalam hal merangkai bunga... Abi merasa sangat takjub kepada wanita dihadapannya ini...bagi abi vio wanita tangguh yang menginspirasinya... Abi bisa membayangkan bagaimana susahnya menjadi single parent...dia saja yang masih hidup seorang diri kadang kesusahan untuk mengatur semuanya apalagi vio...selain harus mengurus dirinya dia juga harus mengurus putri semata wayangnya..... Ah semoga mbak vio kelak mendapatkan lelaki yang baik batin abi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN