Berat, mungkin itulah yang Ayesha rasakan saat ini. Kepalanya kliyengan, saat pertama kali ia membuka mata, sekelilingnya berputar-putar. Ia bahkan tak tahu ini ada di mana. Ia mengumpulkan cuilan-cuilan nyawanya yang masih tercecer. Ayesha memejamkan mata kembali, mengusir pening. Satu kejadian terkutuk muncul diingatannya. Ah, ia rasa memang ia benar-benar mabuk. Seperti ini rasanya? Tidak pernah mencoba barang haram, dan sekalinya nyemplung ke dunia gemerlap malam itu, ia tidak bisa keluar. Ya memang, salah siapa menuruti angkara murka di hatinya. Jadilah setan memujanya, lalu menggiringnya ke istana mereka. Ayesha memutar kembali kejadian kemarin, ah para lelaki biadab itu juga, begitu mengerikan. Sekali saja, Ayesha! Tidak lagi-lagi. Ayesha memukuli kepalanya berulang, berharap rasa

