Jika ada orang paling nggak santai di muka bumi ini, itu adalah Ayesha. Dikit-dikit kepikiran, terlalu dalam, sampai nggak bisa tidur. Atau, kalaupun ia berhasil tidur, hal yang dipikirkannya tadi terikut dalam mimpinya. Mudah sekali terbawa perasaan, itu sisi lainnya. Seperti kejadian baru-baru ini, masih segar di ingatan Ayesha soal sebuah kehilangan yang begitu dalam. Terkait Gifi, ia memang selalu penasaran. Termasuk soal perempuan Gifi yang kini meninggalkan luka perih untuk lelaki itu. Seusai makan malam, Ayesha sengaja menemui Papinya di ruang kerja hanya untuk menanyakan hal yang mengganjal tersebut. "Ada apa, Kak?" tanya Fachry masih sibuk dengan laptop dan tumpukan kertas-kertas itu. Ayesha mendekat, menggeser kursi hingga berada di samping Papinya persis. Kilatan matanya ta

