Minggu pagi, memang adalah waktu yang paling sempurna untuk bermalas-malasan. Bangun siang bukanlah hal yang haram, justru suatu anjuran. Seperti Juwita, ia baru saja bangun saat jarum menunjukkan pukul enam di jam weker di atas kenap. Matanya masih mengerjap, suasana kamarnya kok tiba-tiba berubah ya, tapi tidak asing memang. Oh ia lupa kalau ia lagi ada di rumah tantenya. Masih dengan muka bantal yang sangat kentara, Juwi turun ke lantai dasar untuk mencari Maminya. Ada Fachry yang sedang menyeruput secangkir teh sambil membaca koran di selasar belakang. Sementara Val, Maminya itu tentu saja lagi asyik berkutat di dapur. Kendati ia ingin membantu, tapi rasa malas lebih menguasainya. Jadilah ia lebih memilih melipir ke ruang tengah. Ada Izzy yang sedang terpekur memeluk bantal panjang d

