"Ada apa Dinda?" tidak mendapatkan jawaban dari majikannya itu tentu saja membuat Daniar sedikit khawatir. Entah-entah ia takut kalau Dinda merasakan sakit lagi di perutnya. "Dinda.." Daniar menggoncangkan tubuh Dinda agar ia lekas tersadar dari lamunannya. "Eh ya kenapa Daniar?" tanya Dinda tidak mengerti. "Kamu kenapa? Apakah perutmu sakit lagi?" "Tidak, aku baik kok." Dinda tersenyum untuk mengakhiri rasa kekhawatiran abdi dalem nya itu. "Tapi kenapa ekspresimu begitu, ada apa?" "Apakah kelihatan sekali ya Daniar?" tanya Dinda sembari menyentuh wajahnya. "Ya, tadinya kamu riang bahagia. Tiba-tiba jadi murah begini. Siapa coba tidak khawatir. Apakah aku harus memanggil tuan kemari?" "Tidak perlu, kamu dengar sendiri kan dia harus menyelesaikan pekerjaannya." "Tapi kamu

