Amanda berlari kecil mendekati Rafa yang sedang menangis dan meringis kesakitan karena terjatuh saat bermain di taman belakang rumah orang tua Satya. " Mama... Papa..." serunya dengan suara yang membuat Satya terkejut dan langsung berlari mencari sosok putra kesayangannya. " Kamu nggak apa- apa, sayang?" tanya Amanda lembut dan sedikit kesulitan untuk duduk di samping putranya tersebut karena perut yang mulai membuncit. Rafa menggeleng dan terus memegangi lututnya masih dengan menangis tersedu. Darahnya memang lumayan banyak dan kulitnya sedikit terbuka akibat sedikit terseret di bebatuan jalan setapak yang terdapat di taman tersebut. " Sakit, mama... Sakit banget..." " Coba mama lihat..." " Nggak... Nggak mau. Sakit mama..." rengek Rafa sambil menutupi lukanya dengan telapak tangan

