EPILOG

764 Kata

Arin menunduk, melangkah di belakang sang pacar. Ini hari pertamanya ia masuk ke sekolah kembali setelah libur kenaikan kelas. Suasana sekolah Arin mulai ramai dengan wajah-wajah baru, bahkan ia tak menyangka sekarang ia sudah kelas 12. Arin bisa merasakan murid-murid menatapnya penasaran. Mungkin mereka bingung dengan sosok nerd di belakang cowok berwajah dingin. Tak ada yang berubah dari penampilan Arin. Rambut kepang dua, kaca mata berbingkai besar, tas gemblok, kaus kaki panjang, jam tangan, dan yang paling mencolok adalah rambut pinknya.  "Selamat pagi, Erlan," sapa seorang siswi membuat langkah mereka terhenti. Erlan tak menjawab. Ia hanya menghela napas malas, sementara Arin menahan tawanya saat melihat dandanan siswi itu. “Jadi cuma Erlan doang nih yang disapa? Gue enggak? Oke,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN