16. Kabar Buruk

1105 Kata

"Aku pulang!!" seru Gio saat memasuki rumah bersama Erlan. Mereka langsung menuju ruang keluarga tempat di mana Mommy dan Arin berada. Arin mendongak, melepaskan pandanganya dari acara televisi yang sedang ia tonton. Senyumnya mengembang. "Santen,sini, Santen!" Arin menepuk sofa kosong di sampingnya. Gio merengut tak terima. "Kan yang kembaran lo gue, tapi kenapa Erlan doang yang disapa?" Arin tertawa. Ia pun menggeser tubuhnya ke tengah sofa. "Maaf deh," kata Arin. "Gimana kalau Erlan di sini, Gio di sini," lanjut Arin sambil menepuk sofa di kedua sampingnya yang kosong. Sementara itu Ara hanya menggeleng melihat tingkah anak mereka. Kadang ia bingung, apa si kembar tidak malu bila terus seperti itu?  Gio dan Erlan pun duduk di samping Arin. Erlan menatap Arin lekat. Dengan lembut ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN