Melani gugup. Sungguh, semuanya berjalan tidak sesuai dengan apa yang di pikirannya. Bahkan apa yang di rencanakan nya. Marsha sudah memaksanya untuk menikah saat ini juga. Meski sebenarnya sedikit kesal, tapi dia akhirnya trenyuh juga dengan usaha Marsha. Pria itu yang membuat semuanya menjadi lancar. Sejak sore saat mengutarakan maksudnya itu, Marshalah yang pontang panting ke sana sini. Memenuhi semua keperluan untuk akad nikah. Melihat usaha Marsha, dan lancarnya akad nikah malam ini tentu saja Melani tidak bisa menunjukkan wajah sedih. Pria itu pahlawannya. Dalam keputus asaannya Marsha yang langsung merengkuhnya untuk berada dalam lindungan nya. Tapi dia tidak tahu sampai Marsha benar-benar menyebutkan menikah malam ini. "Mandi dulu ya?" Melani kini mengerjapkan matan

