Melani memijat tengkuknya. Masih terasa begitu lemas dan mengantuk. Pagi ini semuanya kacau. Dia bangun terlambat, dan sampai rumah sakit hampir waktu makan siang. Padahal harusnya dia visit ke bangsal setelah menjadi dokter di poliklinik anak. Dan semuanya membuatnya gelisah. "Dok semua pasien sudah menunggu sejak tadi." Melani mengangguk saat memakai snellinya dan melingkarkan stetoskop. Harusnya jam segini pasien poliklinik sudah mendapatkan obat. Tapi kali ini masih mengantri di ruang tunggu. Entah kenapa tidurnya terasa lelap. Dan saat terbangun, Marsha mengatakan kalau dia sudah berusaha membangunkannya. Tapi Melani terlalu pulas jadi di biarkan saja oleh Marsha. Suaminya itu memaksa dia harusnya libur hari ini. Tapi Melani merasa bersalah dengan pasiennya. Dia tidak

