37 H-

1959 Kata

Marsha melangkahkan kakinya di koridor rumah sakit. Masih tersisa euforia semalam. Dia benar-benar merasa lega saat ini. Melani sudah terikat dengannya.   Semalam Melani sangat gugup dan manis. Berbeda dengan kesehariannya yang agresif dan berani. Tapi semalam Melani benar-benar menjelma menjadi sosok yang selalu di dambakannya selama ini. Sosok yang seperti Bintang.   Tapi ini lebih membuat jantungnya berdegup kencang. Sikap Melani yang seperti itu membuat Marsha semakin mengaguminya. Sosok asli Melani terbuka akhirnya. Wanita itu menampakkan wujud aslinya. Halus, lembut dan pemalu. Seperti itulah Melani yang sebenarnya.   "Selamat ya Pak Marsha. Saya ikut senang."   Marsha menghentikan langkahnya di depan poli anak yang di lewatinya. Dokter Danu mencegatnya dan langsung mengulurk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN