Marsha mengerjapkan matanya mendengar pertanyaan Melani. Wanita itu kini menatapnya dengan berani. Menantangnya dengan membusungkan d**a dan tubuhnya yang seksi itu. Marsha menyugar rambutnya dan kini menghela nafasnya. Dia harus membuat keputusan. Tapi tidak bisa secara instan. Dia perlu perlahan-lahan untuk menata ini semua. "Aku akan menemanimu seumur hidupku. Aku janji." Ucapannya membuat Melani kini mengangkat alisnya. Lalu memajukan tubuhnya dan kini berada sangat dekat sekali dengan Marsha. "Perjelas maksudmu!" Marsha langsung menunduk untuk menarik pinggang Melani dan kini nafas mereka saling menerpa. Marsha menahan gairah yang sekarang sudah tidak bisa di tahannya. Dia menunduk dan menatap bibir Melani yang merah merekah. Menggodanya untuk mengecup bibir it

