Sejak pagi Ika sudah sibuk dengan persiapannya untuk menghadiri pertemuan pertamanya nanti siang. Bukan acara spesial, tapi tetap membuatnya kerepotan. Dari sekian baju yang ia keluarkan dari lemari tidak ada satupun yang sesuai dengan seleranya. Koleksi bajunya memang tidak banyak, ditambah lagi dengan bobot tubuhnya yang sudah mulai naik, sehingga Ika tidak punya banyak pilihan dengan baju - bajunya. Bara sudah sering menyuruhnya untuk berbelanja pakaian tapi belum juga ia lakukan karena malas dan merasa belum butuh. Hari - harinya banyak dihabiskan dirumah jadi Ika hanya butuh kaos longgar dan celana pendek ataupun celana piyama saja. Lebih nyaman buatnya yang masih menyesuaikan diri dengan perubahan hormon kehamilannya. Bara yang sedang bersiap ke kantor memperhatikan keruwetan Ika da

