"Kamu nginep di mana?!" ucap Shafa yang mulai kesal dan mencoba menahan air matanya. "Kamu tenang dulu. Besok pagi, kamu bakal tau semuanya." "Sekarang! Kasih tau aku sekarang!" rengek Shafa sambil menangis. "Besok, aku bakal jujur ke kamu." Shafa berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dia mencegah dirinya untuk mengunci pintu kamar karena tidak ingin Alby tidur di luar lagi, di rumahnya sendiri. Tidak dapat tertahankan, Shafa menangis dibawah dibalik selimut. Bahkan, Alby dapat mendengarnya dari lantai bawah. Karena merasa bersalah, Alby memeluk Shafa yang tidur membelakanginya. "Sayang, aku minta maaf." Shafa hanya terus menangis sesenggukan. Cara Alby memeluk, mencium, dan membelainya, tidak membuat Shafa berhenti menangis. Wanita berusia 24 tahun itu, sepertinya merasa san

