Tiga jam kemudian, mereka sampai di sebuah tempat pemakaman umum. Tempat itu di pagar menggunakan tembok dan pintu masuknya menggunakan pagar besi. Di dalam sana, semua makamnya sangat terawat. Chayra mengikuti Abimanyu dari belakang, pria itu menjadi lebih diam ketika mereka sudah dekat dengan pemakaman ini. Chayra memakluminya karena pria itu sangat menyayangi mendiang istrinya. Ia melihat sekeliling dan tidak melihat jalan, Chayra hampir saja jatuh ketika tersandung sebuah batu yang cukup mencuat dari dalam tanah jika tidak di tangkap oleh Abimanyu. “Hati-hati sayang, lihat jalan di bawah. Jangan liat yang lain.” Ucap Abimanyu lembut. Chayra menahan senyum di sudut bibirnya, sebenarnya tadi ia merasa sedikit sedih karena pria itu sedikit lebih pendiam tetapi perhatian pria itu barus

