Setibanya di sana, rupanya tempat itu sudah dipenuhi dengan bunga-bunga. Ada mawar, anggrek, tulip, rosemary, anyelir, lily, daisy, dan bunga-bunga lainnya. “Anggrek…,” ujar tuan Carter saat aku membantunya menyirami bunga-bunga. “Master Michael bilang jika melihat bunga ini dirinya teringat akan Anda, Nyonya.” Oh, bisakah kita tidak menyebutnya hari ini. Aku baru saja sedikit lega karena berhasil melupakannya. Kulirik Rover, kucing tuan Carter yang sedang sibuk berlari-lari kecil di bawah kaki kami. “Kenapa aku-anggrek?” sahutku pura-pura tidak tertarik. “Karena anggrek melambangkan kecantikan, perhatian, cinta, dan kesempurnaan,” jawab tuan Carter sambil tersenyum. “Master Michael begitu memuja Anda, Nyonya.” Oh ya ampun. Kenapa aku harus mendengarnya dalam keadaan seperti ini. “Ia

