“Mau kemana?” tanyaku saat Mike telah berdiri di dekat pintu. Saat ini kami telah bersiap untuk tidur, tapi Mike malah beranjak dari kasur. “Ada beberapa hal yang harus kuurus, kau tidur saja duluan,” jawabnya lalu segera melangkah keluar. Apa dia marah karena kejadian tadi? Ya tentu saja dia marah. Sore tadi Alfred datang untuk menjemput anaknya, tapi si kecil itu malah menangis kencang menolak untuk dibawa pulang yang pada akhirnya berakhir dengan menginap lagi bersama kami malam ini. Mike sudah cukup bersabar sejak tadi malam karena gagal mendapatkan jatahnya setelah berpuasa cukup lama karena insiden crayon di kerah kemeja itu, dan malam ini lagi-lagi hal itu terhambat karena si kecil yang tengah terlelap di kasurku. Padahal tadi aku sudah memberi Arthur sebotol s**u sebagai pengant

