“M-mike,” ucapku tergagap. Tak kusangka akan tertangkap basah seperti ini tanpa mendapatkan kesempatan untuk mengakuinya lebih dulu. “Halo, Mike,” sapa Collin sumringah. Rahang Mike mengeras dan matanya menatap tajam ke arahku. “Jadi ini yang kau lakukan di belakangku,” desisnya tajam. Kulihat kilatan marah di matanya, seperti akan membakarku hidup-hidup. Aku kembali menelan ludah dan berusaha menjelaskan. “A-aku hanya ingin mengajarinya berjalan. K-kau tidak pernah memberitahuku jika memiliki seorang saudara di sini.” “Sudah kukatakan bahwa aku akan memberitahumu di saat yang tepat. Tak kusangka kau berani bergerak sendiri di belakangku.” “A-aku, saat itu aku tidak seng—“ “Mengajarinya berjalan diam-diam di belakang suamimu, begitu?” potong Mike tajam. “Benar-benar tak terbaca. Haru

